Rabu, 09 Mei 2012

Makalah Perdagangan Luar Negeri

BAB I
PENDAHULUAN

Perdagangan internasional merupakan salah satu aspek penting dalam perekonomian setiap negara di dunia. Dengan perdagangan internasional, perekonomian akan saling terjalin dan tercipta suatu hubungan ekonomi yang saling mempengaruhi suatu negara dengan negara lain serta lalu lintas barang dan jasa akan membentuk perdagangan antar bangsa. Perdagangan internasional merupakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat suatu negara.

Terjadinya perekonomian dalam negeri dan luar negari akan menciptakan suatu hubungan yang saling mempengaruhi antara satu negara dengan negara lainnya, salah satunya adalah berupa pertukaran barang dan jasa antarnegara. Perdagangan internasional dapat diartikan sebagai transaksi dagang antara subyek ekonomi negara yang satu dengan subyek ekonomi negara yang lain. Adapun subyek ekonomi yang dimaksud adalah penduduk yang terdiri dari warga Negara biasa, perusahaan swasta dan perusahaan negara maupun pemerintah yang dapat dilihat dari neraca perdagangan.

 Secara umum perdagangan internasional dapat dibedakan menjadi dua yaitu ekspor dan impor. Ekspor adalah penjualan barang dan Jasa yang dihasilkan suatu negara ke negara lainnya. Sementara impor adalah arus kebalikan dari ekspor, yaitu barang dan jasa dari luar suatu negara yang mengalir masuk ke negara tersebut.











BAB II
LANDASAN TEORI
1.      Perdagang Luar Negeri
1.1.Pengertian dan Penyemodul Terjadinya Perdagangan
Perdagangan luar negeri adalah perdagangan antar Negara yang memiliki kesatuan hukum dan kedaulatan yang berbeda dengan kesepakatan tertentu dan memenuhi kaidah-kaidah baku yang telah ditentukan dan diterima secara internasional.

Setiap Negara diberbagai belahan dunia ini memiliki SDA dan SDM yang berbeda.Pada masa perekonomian semua kebutuhan penduduk suatu Negara dapat dipenuhi oleh para produsen dalam negerinya sendiri. Akan tetapi, manakala jumlah kebutuhan semakin banyak dan beraneka ragam seiring dengan perkembangan jumlah penduduk dan selera, sementara kemampuan pengadaan kebutuhan dari dalam negeri semakin terbatas, apalagi semakin tingginya tuntutan masyarakat terhadap produk yang dikonsumsi sementara produk tersebut tidak bisa disediakan dan dihasilkan di dalam negeri.

Untuk mendapatkan produk dari luar negaranya, maka produsen perlu melakukan kesepakatan pembelian dan pembayaran dengan ketentuan yang disepakati, sehingga menimbulkan perdagangan.

Sehingga dapat disim[ulkan bahwa beberapa factor yang menyebabkan terjadinya perdagangan luar negeri adalah :
1.      Uang memperoleh barang atau sumber daya yang tidak dapat dihasilkan di dalam negeri
2.      Untuk mendapatkan barang yang sebenarnya dapat dihasilkan di dalam negeri tetapi kualitasnya belum memenuhi syarat.
3.      Untuk mendapatkan teknologi yang lebih modern dalam rangka memberdayakan sumber daya alam di dalam negeri
4.      Untuk memperluas pasaran produk yang dihasilkan dalam negeri
5.      Mendapatkan keuntungan dari spesialisasi yang diantaranya sbg berikut :
a.       Keuntungan mutlak
b.      Keuntungan banding
c.       Keuntungan bersaing



1.2.Keuntungan dari spesialisasi
Adalah keuntungan yang diperoleh suatu Negara dalam perdagangan dikarenakan adanya suatu kelebihan dari kemampuan sumber dayanya yang menyebabkan Negara tersebut sangat efesien dalam produksi tertentu.

2.      Sebagai akibat Pertama, perkembangan teknologi pemikiran semakin pesat dan produksi lebih efesien.
Keuntungan spesialisasi lainnya didapat dari efesiensi produksi dikarenakan teknologi mekanik dan pemikiran sangat maju. Keuntungan spesialisasi berikutnya adalah keuntungan yang didapat suatu Negara kerena kemampuan Negara tersebut memenangkan persaingan dengan Negara-negara lainnya yang menghasilkan barang yang sama.Berikut dijelaskan satu per satu :

a.       Keuntungan Mutlak ( Absolute Advantages )
Adalah keuntungan yang diperoleh oleh suatu Negara baik karena keunggulan atau kelebihan alamiah ( sumber daya akam ) negaranya maupun karena kelebihan sumber daya manusianya sehingga produks menjadi lebih efesien dibandingkan dengan Negara lainnya.

b.      Keuntungan Banding ( Comparative Advantages )
Adalah keuntungan yang dimiliki oleh suatu Negara dalam menghasilkan produk dibandingkan dengan Negara lainnya karena perbandingan harga produk yang dihasilkkannya lebih efesien.

c.       Keuntungan Bersaing ( Competitive Advantages )
Adalah keuntungan yang diperoleh suatu Negara dibandingkan Negara lainnya karena kemampuan Negara tersebut dalam melayani “kebutuhan pasar”, dalam arti meski semua Negara bisa menghasilkan produk yang sama dengan tingkat efesiensi yang relative sama namun dari segi mutu, pelayanan dan pemasaran lebih unggul dibandingkan dengan Negara lainnya.

3.      Syarat Perdagangan
Syarat perdagangan menggambarkan perbandingan di antara barang yang diekspor oleh suatu Negara dengan barang yang diimpornya, atau bila ditulis dalam rumus sebagai berikut :


a.      Net Barter Tot
TOTN =   x 100, dimana Px adalah indeks harga barang ekspor, Py adalah indeks harga barang impor, dan TOT adalah terms of trade.
Sedangkan :
Px = Xhb / Xhx ( 100 )
Py = Mhb / Mhk ( 100 )
Xhb adalah nilai ekspor berdasarkan harga berlaku
Xhk adalah nilai ekspor harga konstan
Mhb adalah nilai impor berdasarkan harga berlaku
Mhk adalah nilai impor berdasarkan harga konstan

Dalam hal ini, suatu perdagangan dikatakan menguntungkan Negara tertentu bila nilai syarat perdagangannya (TOT) berada diatas 100, sedangkan syarat perdagangan dikatakan bertambah baik bila indeks harga barang impor.

b.      Gross Barter TOT
Dimana : TOTg=  x 100
Qx = Indeks Kualitas Ekspor
Qy = Indeks Kualitas Impor

Bila nilai TOTN lebih besar dari 100, maka terdapat beberapa hal yang bisa diperoleh yaitu : 1. Untuk mendapatkan kualitas impor tersebut diperlukan.   

c.       Income TOT
TOTI =  x Qx
Bila nilai TOT lebih dari 100, maka selisih TOT1 – 100 adalah merupakan % peningkatan kemampuan impor berdasarkan penerimaan ekspor. Akan tetapi, bila TOT1 dibawah 100, katakanlah 85 maka itu berarti terjadi penurunan sebesar 15% atas pendapatan ekspor untuk mengimpor.


                       
Valuta Asing ( Valas )
Valuta Asing ( Valas ) atau  foreign exchange  (FOREX) atau  foreign currency  adalah mata uang asing atau alat pembayaran lainnya yang digunakan untuk melakukan atau membiayai transaksi ekonomi keuangan internasional dan yang mempunyai catatan kurs resmi pada bank sentral.
Pengunaan valuta asing atau mata uang asing sebagai alat pembayaran dalam perdagangan internasional diisyaratkan karena umumnya Negara-negara yang melakukan jual beli ( berdagang ) hanya menginginkan pembayaran atas barang yang diberikannya kepada negara lain dengan menggunakan mata uang negaranya, atau mata uang lain yang telah ditentukan sebagai standar.
Dari beberapa banyak mata uang yang beredar di dunia hanya terdapat beberapa mata uang yang sering dipergunakan sebagai satuan hitung dan banyak dicari dalam transaksi perrdagangan dan alat pembayaran internasional. Mata uang ini sering disebut Hard currency.
Berbeda dengan hard currency, maka terdapat juga mata uang asing yang jarang digunakan sebagai alat pembayaran dan kesatuan hitung serta nilainya sering mengalami depresiasi ( penurunan nilai ). Mata uang ini sering juga disebut Soft currency.
Banyak valuta asing yang dimiliki suatu Negara menjadi tolak ukur bagi perekonomian suatu Negara, karena valuta asing sebagaimana juga emas dalam faham ekonomi merkantilis adalah merupakan sasaran utama dalam perdagangan internasional. Semakin banyak suatu Negara mengumpulkan valuta asing, berarti semakin besar kemampuan ekspornya dan rendah impornya.
Pada dasarnya mata uang asing tidaklah diperlukan dalam pembangunan suatu Negara apabila Negara yang bersangkutan mampu menyediakan sarana dan prasarana pembangunan dari dalam negerinya sendiri, baik berupa bahan baku, manusia dan teknologi. Akan tetapi mengingat perkembangan ilmu pengetahuan yang umumnya tidak merata dan tersedianya sumber daya alam pada suatu Negara sangat terbatas, kurang bermutu dan bahkan hamper tidak ada ( sedikit ), menyebabkan suatu Negara memerlukan Negara lain untuk menutupi kekurangan kebutuhannya dalam pembangunan, terutama mata uang tang berjenis hard currency.
Sistem penetapan Kurs Valuta Asing
Sistem moneter internasional yang pernah ditata pada suatu perjanjian yang terkenal dengan Bretton Woods System tahun 1994 menentukan system penetapan kurs mata uang suatu Negara yang bersifat tetap.
Bmerdasarkan sejarah dan perkembangannya, system kurs yang pernah ada dan sedang dipraktekkan adalah :
1.      SISTEM KURS TETAP ( FIER )
Sistem kurs tetap, baik yang disetarakan oleh suatu lembaga keuangan internasional   ( IMF ) maupun oleh masing-masing Negara sesuai dengan kemampuan ekonominya adalah system kurs mata uang asing terhadap mata uang Negara yang bersangkutan dengan nilai tertentu yang selalu sama dalam periode tertentu.
Berdasarkan perjanjian Bretton Woods, ketentuan pokok dari FIER adalah : ‘system moneter internasioanal (SMI) didasarkan pada standar emas, dengan pengertian bahwa setiap Negara menjadi angggota IMF mata uangnya dapat ditukar dengan emas.’
2.      SISTEM KURS MENGAMBANG ( FLOATING EXCHANGE RATE-FER)
Sistem kurs ini menentukan bahwa nilai mata uang suatu Negara ditentukan oleh kekuataan permintaan dan penawaran pada pasar uang (resmi).Sistem ini terbagi atas 2 yaitu :
a.       Clean Float (mengambang murni), yaitu apabila penentuan nilai kurs tanda adanya campur tangan pemerintah.
b.      Dirty Float (mengambang terkendali), yaitu apabila pemerintah turut serta mempengaruhi nilai kurs.

3.      SISTEM KURS TERKAIT ( PEGGED EXCHANGE RATE-FER)
Dalam system ini nilai tukar yang dikaitkan dengan nilai mata uang Negara lain, atau sejumlah mata uang tertentu. Bila kedua system nilai kurs yang telah dijelaskan di atas adalah nilai kurs/tertinggi terakhir, maka system PER lebih menggunakan nilai kurs tengah mata uang tertentu yang mensyaratkan lebih atau kurang dari kurs tengah sebesar 2,5%.
Faktor-faktor yang mempengaruhi Kurs Valuta Asing
                        Secara umum, factor yang mempengaruhi kurs valuta asing adalah sebagai berikut :
1.      Permintaan dan Penawaran Valas
Sesuai dengan hukum permintaan dan penawaran, maka harga valas akan menjadi lebih mahal dari nominal harga yang berlaku bila permintaan melebihi jumlah yang ditawarkan, atau jumlah permintaan tetap sementara penawaran berkurang. Sebaliknya harga valas akan menjadi murah dari harga nominal atau harga berlakunya bila permintaan sedikit sementara penawaran banyak, atau permintaan semakin menurun meskipun jumlah penawaran tetap.
Adapun sumber-sumber permintaan untuk valuta asing adalah :
                                 ·            Impor barang dan jasa
                                 ·            Ekspor modal atau transfer valas dari dalam negeri ke luar negeri.
Sedangkan sumber-sumber penawaran valas adalah :
                                 ·            Ekspor barang dan jasa yang menghasilkan valas
                                 ·            Impor modal atau transfer valas dari luar negeri ke dalam negeri.

2.      Tingkat Inflasi
Tingginya tingkat inflasi yang terjadi pada suatu Negara mengidentifikasi mahalnya barang-barang (tertentu) di Negara tersebut.
3.      Tingkat Bunga
Isunya mengenai tingginya tingkat bunga dapat menarik para pemain “uang” dengan memanfaatkan selisih nilai bunga pinjaman dan simpanan. Olehkarena itu bagi Negara yang membutuhkan banyak mata uang asing dan berusaha menarik peminat “petualang” uang, maka tingkat suku bunga simpanan di negaranya di naikkan pada tingkat tertentu. Manakala jumlah mata uang asing banyak yang masuk kenegara tersebut, maka permintaan mata uang local akan semakin tinggi, sehingga nilai mata uang local akan semakin naik, sedangkan nilai mata uang asing tersebut relative menurun.
4.      Tingkat Pendapatan dan produksi
Bila suatu periode tertentu pertumbuhan ekonomi yang relative pesat/tinggi yang mengidentifikasi semakin tingginya tingkat pendapatan masyarakat, maka daya beli masyarakat akan semakin tinggi. Pada kondisi yang sama kapasitas produksi Negara tersebut tidak mampu memenuhi kebutuhan/ permintaan masyarakatnya, maka Negara tersebut akan mengimpor dari Negara lain. Semakin besar nilai barang yang diimpor, maka akan semakin besar juga permintaan mata uang asing tersebut, sehingga harganya relative akan semakin naik dari harga semula terhadap mata uang local.


5.      Balance of Payment ( Neraca Pembayaran Luar Negeri )
Terdapat tiga hal yang sangat penting dalam melihat isi dari neraca perdagangan yaitu nilai dari current account = neraca transaksi berjalan (TB), capital account = neraca modal (NM) dan monetary account = lalu lintas moneter (LLM). Bila TB > NM, maka cadangan devisa berkurang sebesar nilai minusnya. Sebaliknya, bila TB < NM, maka berarti cadangan devisa bertambah.Dari cadangan devisa yang bernilai positif akan mengindikasikan bahwa penawaran mata uang asing besar dari permintaannya, dan ini akan memberikan sentiment positif kepada nilai tukar mata uang local, sehingga nilainya akan semakin menguat. Sebaliknya bila nilai cadangan devisa negative maka ini mengidentifikasikan bahwa permintaan mata uang asing tersebut lebih besar dari pada penawarannya, dan ini akan memberikan sentiment negative hal mana permintaan mata uang asing tersebut akan semakin tinggi sehingga nilai mata uang local akan semakin menurun..
Selain perubahan cadangan devisa yang perlu diperhatikan adalah lau lintas moneter (LLM). Khusus LLM nilainya dikatakan surplus bila bertanda negative, sedangkan deficit bila beranda positif. Dengan demikian, maka bila LLm positif berarti cadangan devisa berkurang sebesar nilai positif tersebut berarti permintaan akan mata uang asing tersebut tinggi sehingga akan memberikan sentiment negative kepada mata uang asing tersebut tinggi sehingga akan memberikan sentiment negative kepada mata uang local. Sebaliknya, bila nilai LLM negative, maka berarti cadangan defisa kita bertambah sebesar nilai negative tersebut dan ini akan memberikan indikasi bahwa penawaran mata uang asing tersebut semakin banyak dan akan memberikan sentiment positif kepada mata uang local.
6.      PENGAWASAN PEMERINTAH
Terdapat dua cara klasik yang sering dilakukan oleh pemerintah dalam rangka mengawasi nilai uang :
1.      Dengan kebijakan fiscal, yaitu menaikkan nilai pajak dan mengetatkan belanja Negara, dan sebagainya agar jumlah penawaran mata uang local semakin sedikit dan ini diharapkan akan berdampak pada naiknya nilai mata uang local terhadap mata uang asing.
2.      Kebijakan moneter, yang biasanya berupa pengetatan uang beredar menaikkna/menurunkan tingkat bunga dan lain sebagainya.


7.      PERKIRAAN/SPEKULASI/ISU/RUMOR
Perkiraan, terutama dari orang-orang yang dianggap berpengalaman dalam bidang perdagangan uang dan bidang politik apabila sifatnya positif bagi Negara yang bersangkutan kemungkinan besar menyebabkan naiknya permintaan mata uang local dari Negara tersebut, sebaliknya bila perkiraan negative, maka akan semakin banyak permintaan mata uang asing, sehingga nilai mata uang local akan semakin menurun.
Begitu hebatnya aksi spekulasi ini menyebabkan para otoritas moneter di Negara yang mata uangnya ‘dipermainkan’ tidak mampu berbuat banyak dengan kebijakan-kebijakannya. Bila para speculator selesai bermain, maka muncullah masalah baru untuk mempengaruhi sentimen pasar uang, yaitu merebaknya isu-isu dan rumor yang umumnya selalu memojokkan Negara yang sedang diisukan.



















BAB III
PENUTUP
          Melaksanakan perdagangan luar negeri akan memberikan kesempatan pada berbagai Negara untuk berkembang lebih cepat. Melalui spesialisasi dan perdagangan kemakmuran masyarakat berbagai Negara dapat ditingkatkan.
            Ada empat kebaikan perdagangan internasional adalah :
1.      Dapat memperoleh barang yang tidak dihasilkan di dalam  negeri
2.      Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui spesialisasi
3.      Memperluas pasar dari pada produk domestic

Memperoleh barang modal yang lebih baik, dana modal yang lebih banyak, serta tenaga ahli dari luar negeri.
Valuta asing ( valas ) adalah mata uang asing sebagai alat pembayaran yang digunakan untuk membiayai transaksi keuangan  internasional yang mempunyai catatan kurs resmi pada bank sentral.
Faktor-faktor yang memperngaruhi kurs valuta asing adalah :
  •  Permintaan dan penawaran
  •  Tingkat inflasi
  •  Tingkat suku bunga
  •   Tingkat pendapatan dan produksi
  •  Neraca pembayaran internasional
  • Pengawasan pemerintah
  •  Ekspektasi, spekulasi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar